Al Habib Umar bin Ahmad bin Idrus Al Muthohar Semarang.
Ybia Indonesia - Habib Ja'far Al Kaff merupakan salah satu tokoh berpengaruh di kalangan ulama, nahdliyin dan santri.
Habib Ja’far Al Kaff lahir di Kudus. Beliau merupakan salah satu Wali Allah yang memiliki maqam majdub.
Habib Ja’far Al Kaff berpenampilan nyentrik dengan rambut gondrong, memakai kemeja, celana bahan, sandal jepit, dan kopiah hitam serta kuku jari tangan beliau dibiarkan panjang.
Konon, beliau juga mempunyai kebiasaan membuang uang ratusan juta ke lautan.
Keramat Jadzabnya Habib Ja'far Al Kaff juga dikisahkan oleh Al Habib Umar bin Ahmad bin Idrus Al Muthohar Semarang langsung.
Ketika itu Habib Umar Muthahar akan melakukan perjalanan ke Purwokerto untuk mengisi acara pengajian.
Tiba-tiba Habib Ja'far Al Kaff minta ikut ke Purwokerto bersama Habib Umar.
"Bib Purwokerto ini jauh, perjalanan kurang lebih 6 jam." Kata Habib Umar kepada Habib Ja'far.
"Ora Popo pokok e aku melu."
(Tidak apa-apa yang penting aku ikut)" Jawab Habib Ja'far Al Kaff.
Saat di perjalanan yang semestinya jalannya lurus, habib Ja'far minta berbelok dan menuju ke sebuah tempat terlebih dahulu,
"Kiri..!!!" Perintah Habib Ja'far.
"Bib....jalannya kan lurus" Ucap Habib Umar.
"Wes pokok'e kiri". Jawab Habib Ja'far.
Sampai ditempat, ternyata tempat yang dituju beliau merupakan sebuah kuburan non muslim.
Habib Ja'far kembali berkata:
"Ono seng nangis njaluk tolong, parani di dongakke"
(ada yang nangis minta tolong, datangi dan di doakan)." Ucap beliau.
Akhirnya semua turun dari mobil dan menuju lokasi kuburan non muslim tersebut.
"Iki seng nangis, Iki seng njaluk tolong, ayo di dungakke, Iki nangis di gebuki malaikat, syahadat lebokno Islam Ben ora digebuki".
(ini yang nangis, ini yang minta tolong, ayo di doakan, ini menangis karena disiksa malaikat, syahadatkan, masukkan Islam biar tidak disiksa).
Habib Umar pun tidak berpikir panjang.
Beliau mengikuti apa yang dikatakan Habib Ja'far, sebab Habib Umar juga tau siapa Habib Ja'far Al Kaff itu.
Seakan seperti kisah Nabi Khidir as. yang sedang bepergian bersama nlNabi Musa as., dimana Nabi Musa as. menggunakan akal sehingga tidak tahu maksud dari Nabi Khidir as.
Habib Umar akhirnya memegang tanah kuburan itu dan membacakan syahadat, setelah itu didoakan.
Habib Ja'far berkata:
"Wes Saiki meneng, engkok bakal ngabari nang dulur-dulure lek mlebu Islam iku bakal Slamet"
(sudah cukup, nanti bakal memberi tahu saudara-saudaranya kalau masuk Islam itu akan selamat).
Setelah itu rombongan kemudian kembali melanjutkan perjalanan ke Purwokerto.
Setelah kejadian itu, dalam kurung waktu sekitar 40 hari ada beberapa orang keturunan Tionghoa yang menemui Habib Umar dan menyatakan ingin masuk Islam.
Habib Umar pun mengabari habib Ja'far:
"Bib ini kok tiba-tiba banyak orang non muslim mendatangi saya dan menyatakan mau masuk Islam".
"Hah...de e ngabari dulur-dulure Yen masuk Islam iku enak".
(Iya dia mengabari saudara-saudaranya kalau masuk Islam itu enak bakal selamat)." Jawab Habib Ja'far Al Kaff.
Subhanallah...
Sekedar referensi bahwa jadzab adalah sebuah keadaan saat seseorang sudah lepas dalam kapasitasnya sebagai manusia karena tampak secara jelas padanya sifat-sifat Allah (tajalli).
Segala keanehan perbuatan yang dilakukan dalam kondisi jadzab bermula dari petunjuk Allah.
Orang yang sudah sampai pada maqam jadzab ini biasa dikenal dengan sebutan majdzub.
Sedangkan masyarakat mengenal orang yang sudah sampai pada maqam ini dengan sebutan wali jadzab atau wali majdzub.
Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar
Posting Komentar